Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan

Protokol routing

Mengapa protokol routing diperlukan dalam jaringan komputer? Jaringan komputer dapatdiibaratkan seperti jalanan untuk kendaraan umum. Jika hanya ada satu jalanan saja untuk semua kendaraan umum, tentu lalulintas akan mengalami kemacetan. Oleh sebab itu dibuat jalan-jalan tambahan dan jalan-jalan tol yang memungkinkan kendaraan mengambil jalur-jalur alternatif untuk mencapai tujuan. Untuk membantu mencapai tujuan diperlukan peta jalan. Hal yang sama terjadi juga dalam jaringan WAN. Jaringan WAN dibagi menjadi berbagai segmen dan jaringan dengan jalur yang berbagai macam. Supaya suatu paket dapat mencapai tujuannya, diperlukan suatu peralatan untuk mengatur paket-paket tersebut agar mencapai tujuannya dengan
jalan yang tersingkat. Untuk itu digunakan router yang fungsi utamanya adalah untuk menentukan jalur dan
meneruskan paket-paket dari suatu jaringan ke jaringan lain. Agar router dapat mengetahui bagaimana meneruskan paket-paket ke alamat yang dituju dengan menggunakan jalur yang baik, router menggunakan peta atau tabel routing. Tabel routing dapat dibuat secara static, dynamic dan default. Static routing adalah cara pembuatan tabel routing secara manual. Static routing ini dapat dipakai pada jaringan sederhana yang hanya menggunakan beberapa buah router dan berfungsi untuk menghemat penggunaan bandwidth. Sedangkan dynamic routing untuk membuat suatu tabel routing secara dinamis berubah-ubah secara otomatis jika topologi jaringan berubah. Dynamic routing menggunakan protocol routing dalam pembuatan tabel routing. Protokol routing menggunakan istilah yang disebut metric dalam menentukan jalur yang terbaik yang akan dicapai. Metric adalah suatu nilai hasil perhitungan algoritma yang dipakai oleh protokol routing. Metric dapat berupa jarak ke tujuan atau ongkos ke tujuan. Jenis metric yang dipakai tergantung pada jenis protokol routing yang dipakai, dimana setiap jenis protokol routing menggunakan metric yang berbeda satu dengan yang lain. Oleh karena protokol routing bergantung pada algoritma routing dalam menentukan jalur-jalur yang digunakan, maka algoritma routing harus akurat, tidak hanya menggunakan daya CPU dan bandwidth, serta memiliki konvergensi yang cepat. Konvergensi adalah waktu yang diperlukan oleh semua router dalam jaringan untuk mengikuti perubahan yang disebabkan oleh suatu perubahan topologi jaringan.

Pemberian IP Address

Pada LAN umumnya peralatan komputer berada di dalam satu jaringan yang sama. Sedangkan pada WAN, peralatan komputer tersebut berada di dalam jaringan atau subnet yang berbeda-beda dan bahkan dengan menggunakan protokol yang berbeda-beda pula. Agar paket-paket data dari jaringan lokal dapat disampaikan ke jaringan lain, perlu menggunakan router karena hub tidak mampu untuk meneruskan paket-paket ke jaringan yang berlainan atau protokol yang berbeda-beda. Router meneruskan paket-paket berdasarkan atas alamat-alamat logika (IP Address) yang diperolehnya. Sebelum router dapat berhubungan satu dengan yang lain dalam jaringan WAN, interface-interface dari router-router yang akan dihubungkan tersebut harus diberi IP Address statis, yang merupakan alamat yang digunakan oleh router untuk meneruskan
paket-paket.

Figure 1: skema jaringan
Dalam percobaan yang telah dilakukan, ip address yang dipakai dalam interface-interface
router adalah sebagai berikut sesuai dengan gambar dia atas :
h/w interface symbol ip address network netmask
router 1 serial0/0 1s0 192.168.2.1 192.168.2.0 255.255.255.0
serial0/1 1s1 192.168.3.1 192.168.3.0 255.255.255.0
fastethernet0 1eth0 192.168.1.1 192.168.1.0 255.255.255.0
router 2 serial0/0 2s0 192.168.2.2 192.168.2.0 255.255.255.0
serial0/1 2s1 192.168.4.1 192.168.4.0 255.255.255.0
fastethernet0 2eth0 192.168.5.1 192.168.5.0 255.255.255.0
router 3 serial0/0 3s0 192.168.4.2 192.168.4.0 255.255.255.0
serial0/1 3s1 192.168.3.2 192.168.3.0 255.255.255.0
fastethernet0 3eth0 192.168.6.1 192.168.6.0 255.255.255.0
Cara memberikan ip address pada interface-interface tersebut adalah sebagai berikut:
• Router 1, Serial0/0
Router1(config)#int serial0/0
Router1(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#clock rate 64000
Router1(config-if)#bandwidth 56
Router1(config-if)#encapsulation hdlc
Router1(config-if)#no shutdown
Router1(config-if)#end
Router1#
• Router 1, Serial0/1
Router1(config)#int serial0/1
Router1(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#clock rate 64000
Router1(config-if)#bandwidth 56
Router1(config-if)#encapsulation hdlc
Router1(config-if)#no shutdown
Router1(config-if)#end
Router1#
• Router 1, fastethernet0
Router1(config)#int fastethernet0
Router1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shutdown
Router1(config-if)#end
Router1#
• Router 2, Serial0/0
Router2(config)#int serial0/0
Router2(config-if)#ip address 192.168.2.2 255.255.255.0
Router2(config-if)#clock rate 64000
Router2(config-if)#bandwidth 56
Router2(config-if)#encapsulation hdlc
Router2(config-if)#no shutdown
Router2(config-if)#end
Router2#
• Router 2, Serial0/1
Router2(config)#int serial0/1
Router2(config-if)#ip address 192.168.4.1 255.255.255.0
Router2(config-if)#clock rate 64000
Router2(config-if)#bandwidth 56
Router2(config-if)#encapsulation hdlc
Router2(config-if)#no shutdown
Router2(config-if)#end
Router2#
• Router 2, fastethernet0
Router2(config)#int fastethernet0
Router2(config-if)#ip address 192.168.5.1 255.255.255.0
Router2(config-if)#no shutdown
Router2(config-if)#end
Router2#
• Router 3, Serial0/0
Router3(config)#int serial0/0
Router3(config-if)#ip address 192.168.4.2 255.255.255.0
Router3(config-if)#clock rate 64000
Router3(config-if)#bandwidth 56
Router3(config-if)#encapsulation hdlc
Router3(config-if)#no shutdown
Router3(config-if)#end
Router3#
• Router 3, Serial0/1
Router3(config)#int serial0/1
Router3(config-if)#ip address 192.168.3.2 255.255.255.0
Router3(config-if)#clock rate 64000
Router3(config-if)#bandwidth 56
Router3(config-if)#encapsulation hdlc
Router3(config-if)#no shutdown
Router3(config-if)#end
Router3#
• Router 3, fastethernet0
Router3(config)#int fastethernet0
Router3(config-if)#ip address 192.168.6.1 255.255.255.0
Router3(config-if)#no shutdown
Router3(config-if)#end
Router3#
Setelah konfigurasi semua interface selesai, maka agar antar jaringan bisa berkomunikasi
maka diperlukan routing.

Interface Configuration Mode

Interface configuration mode adalah suatu mode yang digunakan untuk mengkonfigurasikan suatu interface tertentu. interface adalah perintah yang digunakan untuk masuk ke interface configuration mode. Misalnya jika ingin mengkonfigurasikan interface serial0, maka dari global configuration mode, pertama-tama router harus masuk ke interface configurationmode dengan mengetikan perintah interface atau int seperti contoh dibawah ini:
Router(config)# interface serial 0/0 atau
Router(config)# int s 0/0
Interface configuration mode ini ditandai dengan router(config-if)prompt sebagai berikut:
Router(config-if)#
Jika peralatan cisco bertipe modular, maka interface perlatan tersebut biasanya terdiri atas beberapa interface card atau slot dengan sejumlah port-port untuk setiap card., yang biasanya ditulis dengan notasi slot/port. Misalnya yang dimaksud dengan interface ethernet 3/1 adalah ethernet card 3, port 1. Jika peralatanmenggunakan card yang disebut Versatile Interface Processor (VIP) Cards, seperti pada Cisco router 7000 series, interface peralatan tersebut biasanya mempunyai sejumlah port-port. Notasi penulisan untuk relasi ini adalah slot/adaptor-port/portg. Misalnya yang dimaksud dengan interface ethernet 3/0/1 adalah ethernet card 3, adaptor port 0, port 1.
Setelah masuk ke interface configuration mode, konfigurasi untuk interface yang dipakai
dapat diterapkan dengan perintah-perintah berikut ini:
• IP address : digunakan jika akan memberikan IP address ke suatu interface tertentu. Misalnya untuk memberikan IP address 172.132.10.1, subnet mask 255.255.255.0 kepada interface serial0, maka perintahnya adalah sebagai berikut:
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
• Encapsulation : berguna jika ingin menerapkan suatu jenis protokol WAN. Contohnya point-to-point protocol (ppp) ke suatu interface, misalnya interface serial0, maka setelah masuk ke interface configuration mode, kemudian mengetik perintah encapsulation or encap seperti berikut :
Router(config-if)#encapsulation ppp
Disamping ppp, ada berbagai macam encapsulation yang dapat digunakan oleh Cisco router sebagai berikut :
Router(config-if)#encapsulation ?
Atm-dxi ATM-DXI encapsulation
Bstun Block serial tunneling (BSTUN)
Frame-relay Frame relay network
Hdlc serial hdlc synchronous
Lapb LAPB (X.25 level 2)
Ppp Point to point protocol
Sdlc SDLC
Sdlc-primary SDLC (primary)
Sdlc-secondary SDCL (secondary)
Smds switched Megabit Data Service (SMDS)
Stun serial tunneling (STUN)
X25 x.25
Dalam percobaan yang telah dilakukan diketahui bahwa untuk menghubungkan antar router melalui hubungan serial diperlukan sinkronisasi semua aspek baik bandwidth, clock rate maupun jenis encapsulasi yang digunakan. Pada percobaan yang telah dilakukan menggunakan jenis encapsulasi hdlc, clock rate 64000 dan bandwidth 56

Global Configuration Mode

Pada tingkat ini, hampir semua ragam konfigurasi router dapat diolah. Cara masuk ke
konfigurasi global yaitu dengan mengetikkan perintah configuration terminal atau config t
dari router#prompt. Router akan memasuki konfigurasi global dengan ditandai munculnya Router(config)#prompt seperti pada contoh dibawah ini:
Router#config t
Enter configuration commands, oner per line. End with CTRL+Z
Router(config)#
Perintah-perintah pada tingkatan ini pada umumnya digunakan untuk mengubah konfigurasi router secara global.
• Banner : untuk membuat banner setelah logon ke router
Router(config)#banner motd #Don?t change anything#
Dimana motd adalah singkatan Message Of ToDay (pesan hari ini) yang ingin ditampilkan jika seorang pemakai mengadakan akses ke sistem router melalui console port maupun telnet Router(config)#no banner motd perintah ini akan menghapus banner motd
• Hostname : untuk memberi atau merubah nama router
Router(config)#hostname Router1, perintah ini akan mengembalikan
Router1(config)#prompt, dimana nama router diganti dengan Router1
• IP host : untuk memberi nama bagi IP address dari interface suatu routerl. Jadi nama alias ini bisa digunakan untuk menggantikan IP address suatu interface. Router(config)#ip host LABB201yes! 10.122.1.234 perintah ini memberi nama LABB201yes! Kepada ip address 10.122.1.234 suatu router
• Boot : untuk mengatur cara boot atau memilih IOS image yang akan dipakai waktu BOOT oleh suatu router. Router dapat di boot dengan IOS yang disimpan di ROM, FLASH atau TFTP dengan perintah sebagai berikut:
Router(config)#Boot system ROM untuk boot dari ROM
Router(config)#Boot system FLASH untuk boot dari FLASH. Perintah ini akan memberikan hasil yang sama dengan perintah reload Router(config)#Boot system tftp untuk boot lewat jaringan dengan tftp, dimana nama IOS file dan IP Address dari TFTP dibutuhkan Bila router tidak menemukan IOS atau proses boot diinterupsi, router masuk ke suatu mode yang disebut ROM monitor mode, yang ditandai dengan rommon>prompt.
Kemudian dapat memilih dari mana IOS akan dimulai seperti berikut ini:
Rommon>boot untuk boot dari ROM
Rommon>boot flash untuk boot dari flash memory
Rommorn>boot untuk boot dari jaringan lewat TFTP
• Config-register adalah perintah unutk menentukan dari mana router akan memulai sistem boot secara otomatis.
Router(config)#config-register 0x2142 untuk masuk ke ROM monitor mode
Router(config)#config-register 0x0101 untuk boot dari ROM
Router(config)#config-register 0x2102 untuk boot dari NVRAM
• Copy : untuk mengkopi file atau konfigurasi RAM, NVRAM dan TFTP satu dengan lain. Copy juga digunakan untuk membackup suatu konfigurasi satu IOS Image.
• Username : berguna untuk membuat account dan password baru buat pemakai Router(config)#username password
Sebagai contoh:
Router(config)#username b201new password kunci perintah ini akan membuat account baru bernama b201new dengan password kunci
• Password : berguna untuk membuat password untuk menjaga keamanan akses ke sistem router. Cisco IOS mempunyai 5 macam jenis password untuk akses ke sistem router.
– Enable Secret : untuk membuat password yang dienkripsi untuk masuk ke privileged mode
Router(config)#enable secret rahasia untuk membuat enable secret password bernama rahasia
– Enable password : untuk membuat password untuk masuk ke privileged mode jika enable secret password tidak dibuat, atau untuk Cisco IOS versi lama. Perlu diketahui pula enable secret dan enable password sebaiknya tidak mempunyai nama password yang sama.
Router(config)#enable password kunci untuk membuat enable password bernama kunci
– Console password: untuk membuat password untuk akses ke router lewat console
Router(config)#line con
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password kunci untuk membuat password bernama kunci untuk mengakses router lewat console
– Auxiliary password: untuk membuat password untuk akses ke router melalui lewat AUX.
Router(config)#line aux 0
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password kunci untuk membuat password bernama kunci untuk mengakses router lewat AUX
– VTY password: untuk membuat password untuk akses dengan telnet ke router
Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password kunci untuk membuat password bernama kunci untuk mengakses router lewat virtual terminal

Tingkat-tingkat Akses

Cisco IOS mempunyai penerjemah perintah (command interepter) yang disebut EXEC. Penerjemah perintah EXEC ini menerima perintah yang diketik oleh pemakai dan mengeksekusi perintah tersebut. Untuk menjaga keamanan konfigurasi router, EXEC dibagi atas beberapa tingkat-tingkat akses berdasar kegunaannya.
User Exec Mode
Ini adalah tingkatan pertama yang dimasuki setelah berhubungan dengan router dan menekan tombol Enter, ditandai oleh Router> prompt. Tingkat ini dipakai hanya untuk kegunaan yang sangat terbatas, misalnya untuk memeriksa status dari router. Kemampuannya untuk memeriksa status dari router pun sangat terbatas.
Perintah-perintah yang dapat dijalankan di tingkat user exec mode ini antara lain adalah :
• Clear : untuk me-reset suatu fungsi
• Enable : untuk akses dari tingkat user exec ke privileged exec mode
Router>enable
Password:kunci
Router#
• Disable : untuk kembali dari tingkat privileged mode ke user mode
• Login : untuk login sebagai seorang pemakai
• Logout : untuk keluar dari exec mode
Privileged Exec Mode
Dengan mengetikkan perintah enable dari user exec mode, console akan meminta memasukkan password jika enable password atau enable secret password telah dibuat. Setelah itu router akan masuk ke privileged exec mode, yang ditandai dengan router# prompt. Pada tingkat privileged mode ini konfigurasi-konfigurasi router dapat diperiksa dan juga bisa masuk ke global configuration mode. Perintah-perintah yang dapat dijalankan pada tingkat ini adalah semua perintah di user exec mode ditambah dengan perintah-perintah lain, seperti :
• clock : perintah ini untuk men-set waktu dan tanggal router
Router#clock set
• Configure : perintah ini untuk masuk ke global configuration mode untuk mengkonfigurasi router
Router#configure terminal ! untuk masuk ke konfigurasi global mode
Router#configure memory ! untuk mengkonfigurasi NVRAM
Router#configure net ! untuk mengkonfigurasi TFTP server
Pada percobaan ini, configure memory dan configure net sangat jarang digunakan. Ke-
banyakan untuk membuat konfigurasi router sudah cukup menggunakan configure ter-
minal.
• send : untuk mengirim kabar kepada user lain
• show : merupakan suatu perintah yang sangat penting pada tingkat ini yang berguna
menampilkan berbagi informasi tentang router. Perintah ini bisa juga digunakan untuk
melacak kesalahan
• erase : adalah perintah untuk menghapus
Router#erase startup ! untuk menghapus konfigurasi startup yang disimpan di NVRAM
• write : untuk menyimpan atau menulis suatu file ke memori NVRAM untuk Cisco IOS versi lama 10.3 dan sebelumnya
Router#write mem! untuk mengkopi konfigurasi running ke NVRAM untuk perubahan permanen, sama dengan perintah copy running-config startup-config
• ping : untuk mengirim echo message yang digunakan untuk memeriksa hubungan jaringan. Dalam menggunakan perintah ping, ada berbagai tanda pengembalian yang perlu diketahui, seperti terlihat pada tabel berikut :
Router#ping
Terdapat beberapa macam tanda pengembalian saat perintah ping di-eksekusi, seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini:
tanda pengembalian arti
!!!!! hubungan sukses

..... timeout
U tujuan tak tercapai
C paket mengalami kemacetan
• Telnet : untuk mengadakan hubungan jarak jauh (remote) dengan sarana telnet. Setelah hubungan telnet dibuat, akses ke sistem router akan dapat dilakukan
Router#telnet
• Trace : untuk memeriksa route ke tujuan (destination). Daftar host-host yang dilalui untuk mencapai IP address yang dituju akan ditampilkan sebgai hasil dari pengetikan perintah trace.
Router#trace